PENTINGNYA MODAL KERJA DALAM SUATU PERUSAHAAN

PENTINGNYA MODAL KERJA DALAM SUATU PERUSAHAAN


DISUSUN OLEH:

NAMA    : ISMI HERDYANTI

NPM        : 29213986

KELAS    : 1EB16

TOPIK     : MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Setiap perusahaan tentu memiliki modal kerja. Modal ialah harta utama yang digunakan untuk memulai suatu perusahaan. Berkurang atau bertambahnya modal sangat ditentukan oleh aktivitas perusahaan, apakah mendapatkan untung atau mendapatkan rugi.

Modal kerja dalam suatu perusahaan tentu perlu penganggaran agar pengeluaran perusahaan tidak melewati batas modal yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri. Karena segala hal yang berhubungan dengan modal sangat berpengaruh terhadap kelanjutan usaha dari perusahaan itu sendiri.

Untuk itu, manajemen keuangan perusahaan sangat penting peranannya terutama untuk mengatur modal kerja yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang ada, masalah yang timbul dirumuskan menjadi sebagai berikut:

  1. Apa saja jenis-jenis dari modal kerja suatu perusahaan?
  2. Apa saja faktor yang mempengaruhi besarnya modal kerja suatu perusahaan?
  3. Apa pentingnya modal kerja dalam suatu perusahaan?
  4. Dari mana sumber modal kerja dalam suatu perusahaan didapat?

Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah yang ada, maka tujuan penulisan ini yaitu:

  1. Untuk mengetahui jenis-jenis modal kerja yang ada di perusahaan
  2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap modal kerja
  3. Mengetahui pentingnya modal kerja dalam perusahaan
  4. Mengetahui sumber didapatnya modal kerja dalam perusahaan

LANDASAN TEORI

Manajemen keuangan dalam suatu perusahaan tentu sangat penting peranannya. Karena hal tersebut menyangkut dengan tingkat kenaikan laba perusahaan atau sebaliknya. Manajer keuangan ini tentu memiliki tanggung jawabnya tersendiri yang harus dipahami, antara lain:

  1. Peramalan dan perencanaan keuangan

    Manajer keuangan harus bisa meramalkan jumlah uang yang akan dimiliki perusahaan dimasa depan. Dan manajer pun harus melakukan perencanaan terhadap keuangan perusahaan tersebut.

  2. Keputusan besar dalam investasi dan pembiayaan

    Dalam setiap investasi dan pembiayaan perusahaan, manajer keuangan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam mengambil keputusannya.

  3. Pengkoordinasikan dan pengendalian

    Manajer keuangan juga harus melakukan koordinasi dan pengendalian agar semua berjalan dengan terkendali.

  4. Interaksi dengan pasar modal

    Manajer keuangan harus mempunyai hubungan bisnis dengan yang lain agar dapat berinteraksi dengan pasar modal dalam dunia bisnis.

Selain itu, manajer juga harus bisa melakuan penganggaran modal untuk melukiskan tindakan perencanaan dan pembelanjaan pengeluaran modal , seperti untuk pembelian equipment baru untuk memperkenalkan produk baru , dan untuk memodernisasi fasilitas pabrik.

Dalam melakukan penganggaran dana pun manajer keuangan harus memperhatikan beberapa motif-motif penting, seperti:

  1. Perluasan

    Yaitu dengan membuka perusahaan cabang. Maka dari itu, dalam investasi awal diperlukan modal yang cukup besar.

  2. Penggantian

    Penggatian ini yaitu mengganti sesuatu yang sudah usang menjadi baru.

  3. Pembaharuan

    Yaitu melakukan pembaharuan terhadap sesuatu yang sudah tidak layak terpakai agar bisa dipakai modal kerja dari hasilnya tersebut. contohnya mau dijadikan paten, trademark (dalam aktiva yang tidak berwujud), dan sebagainya.

Hal tersebut yang merupakan tugas dari manajer keuangan termasuk dalam melakukan penganggaran modal.

PEMBAHASAN

Jenis-Jenis Modal Kerja Yang Ada Di Suatu Perusahaan

Modal kerja yang ada di suatu perusahaan, pada umumnya dibagi menjadi 3 jenis, antara lain sebagai berikut:

  1. Modal kerja bersih

    Modal kerja bersih ialah kelebihan dari aktiva lancar yang dikurangi dengan pasiva lancar.

  2. Modal kerja kotor

    Modal kerja kotor yaitu jumlah aktiva seluruhnya yang dimiliki oleh perusahaan tersebut tanpa dikurangin pasiva yang mereka punya.

  3. Kekurangan modal kerja

    Kekurangan modal kerja ini terjadi apabila aktiva lancar dikurangi pasiva lancar, namun hasilnya lebih besar pasiva lancar dibandingkan dengan pasiva lancarnya.

Itulah beberapa jenis modal yang dimiliki perusahaan. Jadi, apabila perusahaan ingin mencari modal kerja bersihnya, perusahaan tinggal cukup mengurangi aktiva lancar perusahaan dengan pasiva lancarnya. Sedangkan jika ingin mengetahui jumlah modal kerja kotornya, perusahaan hanya perlu menjumlah aktiva yang ada diperusahaan tersebut. Dan perusahaan bisa saja mengalami kekurangan modal kerja apabila pasiva yang dimiliki perusahaan sangat besar bahkan lebih besar jumlahnya dibanding dengan aktiva yang dimiliki perusahaan.

Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Modal Kerja Dalam Suatu Perusahaan

Besar atau kecilnya modal kerja yang harus dikeluarkan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  1. Sifat dan jenis dari perusahaan itu sendiri

    Maksudnya sifat dan jenis dari perusahaan itu sendiri yaitu apakah perusahaan tersebut perusahaan jasa atau perusahaan dagang. Karena kebutuhan dari masing-masing perusahaan berbeda. Kebutuhan inilah yang mempengaruhi besar atau tidaknya modal kerja dalam perusahaan tersebut.

  2. Waktu memproduksi barang dan harga satuan barang tersebut

    Maksudnya waktu memproduksi disini ialah apakah barang tersebut lama untuk diproduksi atau cepat. Karena semakin cepat barang tersebut diproduksi, maka modal akan bertambah dari hasil penjualan produk tersebut. Namun jika proses produksi lama, maka modal pun akan lama untuk kembalinya. Selain itu, harga satuan dari barang tersebut juga mempengatuhibesarnya modal kerja dalam perusahaan tersebut.

  3. Volume penjualan

    Semakin meningkatnya volume penjualan barang perusahaan, maka semakin besar biaya yang harus dikeluarkan atas hal tersebut.

  4. Perputaran persediaan barang

    Maksud dari perputaran barang tersebut yaitu apabila barang tersebut lebih cepat terjual, maka modal akan dengan cepat pula kembali ke perusahaan. Namun jika persediaan barangnya susah untuk dijual, maka modal akan semakin lama kembalinya dan itu akan menjadi beban perusahaan sendiri.

  5. Rata-rata pengeluaran uang perhari

    Semakin besar uang yang dikeluarkan, maka semakin besar modal kerja yang juga dikeluarkan.

  6. Tingkat perputaran piutang

    Konsepnya sama seperti tingkat perputaran persediaan, semakin cepat piutang usaha perusahaan dibayarkan, maka akan semakin besar modal yang kita miliki karena kita akan menerima uang tersebut.

Jadi, keenam faktor tersebut sangat mempengaruhi besarnya modal kerja yang nantinya akan dikeluarkan.

Pentingnya Modal Kerja Dalam Suatu Perusahaan

Modal kerja sangat dibutuhkan dalam aktivitas perusahaan. Karena pengeluaran ataupun pemasukkan perusahaan semuanya akan berhubungan erat dengan modal kerja tersebut. Bayangkan jika tidak ada modal kerja, tentu aktivitas perusahaan tidak bisa berjalan dengan baik karena pengeluaran dan pemasukkan perusahaan tidak tahu akan berhubungan dengan siapa.

Modal kerja bertambah apabila pendapatan bertambah. Untuk itu, jika ingin modal kerja perusahaan bertambah, cobalah untuk meningkatkan pendapatan. Karena modal kerja perusahaan sangat penting, seperti untuk mengajukan kredit dalam perbankan, maka yang akan dilihat oleh orang yang menyetujuinya adalah modal kerja perusahaan tersebut apakah besar atau tidak.

Jadi, modal kerja sangat penting untuk perusahaan karena sangat berguna untuk perusahaan.

Sumber Didapatnya Modal Kerja

Modal kerja tentu didapat dari beberapa sumber, seperti:

  1. Hasil operasional perusahaan

    Hasil operasional perusahaan adalah jumlah laba bersih perusahaan yang ada di laporan keuangan perusahaan tersebut. dengan adanya laba dari perusahaan, maka modal kerja pun akan bertambah.

  2. Keuntungan dari penjualan surat-surat berharga

    Setiap perusahaan tentu memiliki surat-surat berharga. Apabila surat-surat tersebut dijual, maka perusahaan bisa mendapat tambahan modal kerja untuk mengembangkan perusahaanya tersebut.

  3. Penjualan aktiva tidak lancar/aktiva tetap

    Penjualan aktiva lancar ini seperti penjualan kendaraan, penjualan tanah, dan sebagainya. Dari hasil penjualan itulah perusahaan akan kembali mendapat tambahan modal kerjanya.

  4. Penjualan saham atau obligasi

    Terkadang, disaat kebutuhan modal kerja mendesak, perusahan bisa menjual sahamnya kepada yang lain beberapa persen. Dengan begitu perusahaan bisa mendapatkan tambahan modal kerja yang dibutuhkan.

Itulah yang dapat dijadikan perusahaan untuk kembali meningkatkan modal kerja yang dimilikinya.

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

Jadi, modal kerja sangat dibutuhkan dalam setiap perusahaan. Tanpa adanya modal kerja, perusahaan tidak dapat berjalan bahkan tidak dapat didirikan. Namun, modal kerja yang dimiliki perusahaan tersebut bisa berkurang apabila perusahaan mendapat rugi. Akan tetapi, modal tersebut tentunya bisa bertambah dengan berusaha mencari untung, menjual aktiva-aktiva lancar yang sudah tidak diperlukan, dan sebagainya.

SARAN

Sebaiknya perusahaan berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankan pendapatannya agar terus mengalami keuntungan. Karena akan sangat disayangkan apabila perusahaan harus menjual aktiva tidak lancar dan juga beberapa persen saham yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Nasution, Mulia. 1996. Pengantar Bisnis: Rencana Pengendalian Perusahaan. Jakarta (ID): Djambatan.


One thought on “PENTINGNYA MODAL KERJA DALAM SUATU PERUSAHAAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s