MASYARAKAT BINGUNG PILIH BANK KONVENSIONAL ATAU BANK SYARIAH?

MASYARAKAT BINGUNG PILIH BANK KONVENSIONAL ATAU BANK SYARIAH?


DISUSUN OLEH:

NAMA    : ISMI HERDYANTI

NPM        : 29213986

KELAS    : 1EB16

TOPIK     : BENTUK-BENTUK BADAN USAHA

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Perbankan kini semakin berkembang seiring dengan permintaan masyarakat yang membutuhkan suatu sistem yang menyediakan jasa keuangan. Bahkan kini tidak hanya ada perbankan umum atau perbankan konvensial, namun juga ada perbankan yang mengikuti prinsip-prinsip islam atau sering disebut perbankan syariah.

Sebelumnya, memang mayoritas dari masyarakat memilih untuk mempercayakan uang mereka pada bank konvensional karena tergoda dengan bunga yang diberikan kepada para nasabahnya. Namun, dengan hadirnya perbankan syariah, tidak sedikit dari masyarakat yang kini memilih perbankan syariah. Akan tetapi, ada juga masyarakat yang masih bingung untuk memilih bank konvensional atau bank syariah yang bisa dipercayakan untuk menyimpan uang mereka. Terlebih lagi, bank konvensional terlebih dahulu ada dan berkembang dibandingkan bank syariah. Namun, bank syariah terlihat lebih sehat apabila dibandingkan dengan bank konvensional karena tidak adanya sistem bunga, melainkan sistem bagi hasil.

Untuk itulah, masyarakat masih banyak yang ragu dalam memilih bank yang tepat, karena setiap bank baik bank konvensional maupun bank syariah, tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sedangkan masyarakat masih banyak yang belum mengetahui lebih dalam mengenai perbankan konvensional dan perbankan syariah sehingga mereka masih belum bisa memutuskan bank mana yang lebih baik dan sesuai dengan keinginan mereka.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, maka terdapat beberapa masalah yang dirumuskan menjadi:

  1. Apa perbedaan perbankan konvensional dengan perbankan syariah?
  2. Apa saja produk yang ditawarkan oleh masing-masing perbankan?
  3. Apa kelebihan maupun kekurangan dari setiap perbankan tersebut?
  4. Apa yang menjadi faktor penentu keputusan konsumen dalam memilih perbankan?

Tujuan Penulisan

Jika dilihat dari berbagai masalah yang telah dirumuskan diatas, penulisan ini dibuat dengan tujuan untuk:

  1. Memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai perbankan konvensional dan perbankan syariah.
  2. Memberikan arahan kepada masyarakat supaya dapat memilih bank yang tepat dan sesuai keinginan masing-masing.

LANDASAN TEORI

Bank merupakan salah satu bentuk dari lembaga yang menyediakan jasa yang berhubungan dengan keuangan kepada masyarakat luas. Bank itu sendiri merupakan bentuk umum dari lembaga keuangan, meskipun lembaga keuangan sebenarnya banyak yang tidak berbentuk bank. Namun, pada umumnya masyarakat lebih mempercayai bank dibandingkan dengan lembaga keuangan lainnya.

Fungsi dari adanya lembaga keuangan bank dalam masyarakat ialah untuk mengumpulkan dana masyarakat atau menerima simpanan uang dari masyarakat (yang disebut sebagai nasabah bank) yang kemudian akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dana dalam bentuk kredit atau peminjaman uang, dan juga menerbitkan promes (banknote) demi meningkatkan taraf hidup masyarakat luas. Dari hasil kredit atau peminjaman uang bank kepada masyarakat yang membutuhkan itulah lembaga keuangan bank akan memperoleh pendapatan atau keuntungan berupa bunga beberapa persen dari jumlah uang yang mereka pinjamkan. Kemudian, para nasabah dari bank tersebut juga akan mendapatkan keuntungan dengan diberikan bunga sesuai besarnya tabungan masing-masing nasabah dengan besar bunga yang telah ditetapkan oleh bank tersebut.

Didirikannya bank dalam kehidupan masyarakat pun tentu dengan memiliki tujuan, yaitu:

  1. Untuk menyediakan suatu alat pembayaran yang efisien bagi nasabah.

    Bank memiliki tujuan untuk menyediakan suatu alat pembayaran yang efisien bagi para nasabahnya seperti menyediakan uang tunai, tabungan, maupun kartu kredit untuk mempermudah dalam penyimpanan uang para nasabah tersebut. Terlebih lagi, setiap uang yang disimpankan para nasabah dalam bank akan diberi keuntungan sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam bank tersebut.

  2. Meningkatkan arus dana untuk investasi dan pemanfaatan yang lebih produktif.

    Dengan bank menyediakan tabungan untuk para nasabahnya, itu berarti bank mempermudah nasabahnya dalam hal menginvestasikan harta berupa uang milik mereka dan bank akan meningkatkan arus dana yang dimiliki para nasabahnya. Kemudian bank menggunakan uang itu untuk meminjamkannya kepada pihak lain yang membutuhkan dana tersebut. Bila peranan bank dalam hal ini terus berjalan dengan baik, ekonomi suatu negara pun akan meningkat. Karena tanpa adanya arus dana seperti ini, uang hanya berdiam di saku seseorang dan tidak bertambah, orang juga tidak dapat memperoleh pinjaman dan bisnis pun tidak dapat dibangun karena mereka tidak memiliki dana pinjaman tersebut.

Bentuk bank yang ada dalam masyarakat pun tidak hanya satu, melainkan ada 2 (dua) bentuk, yaitu bank konvensional dan bank syariah. Inilah yang menjadi permasalahan dalam masyarakat yang cukup membuat masyarakat bingung untuk memilih bank mana yang lebih baik untuk dipercayakan menyimpan uang mereka. Pada umumnya, kedua bank tersebut tidak memiliki perbedaan yang jauh karena keduanya melakukan kegiatan perbankan yang ada pada umumnya. Hanya saja, bank syariah melakukannya berdasarkan pada prinsip-prinsi syariah.

Bank syariah memang belum sebanyak bank konvensional, namun kini perkembangan bank syariah semakin kuat karena telah memiliki dasar hukum yaitu UU No. 10 tahun 1998, UU No. 23 tahun 1999 dan UU No. 9 tahun 2004 tentang Bank Indonesia. Untuk itulah, kini keberadaan perbankan syariah mulai sama kuatnya dengan bank konvensional.

PEMBAHASAN

Perbedaan Perbankan Konvensional Dengan Perbankan Syariah

Meskipun pada umumnya bank konvensional maupun bank syariah sama karena keduanya melakukan kegiatan perbankan yang ada, namun keduanya tentu memiliki perbedaan tersendiri sehingga membuat masyarakat harus menentukan pilihan dalam memilih bank yang dapat dipercayakan untuk menyimpan uang mereka. Karena para nasabah tentu tidak akan asal dalam memilih bank yang tepat untuk menginvestasikan kekayaan yang mereka miliki.

Pada umumnya, kedua bank tersebut memiliki perbedaan pada prinsip yang dianut oleh bank tersebut. Bank syariah merupakan lembaga perbankan yang menganut syariah Islam sebagai prinsipnya, serta tidak mengandalkan sistem bunga dalam sistem pengoperasiannya melainkan dengan sistem bagi hasil. Sedangkan bank konvensional tentu menerapkan sistem bunga dalam operasinya. Prinsip bagi hasil yang dianut oleh bank syariah, penentuan besarnya risiko bagi hasil dapat ditentukan pada saat akad dengan berasumsi pada prediksi keuntungan serta kerugian. Untuk itu, pendapatan bank syariah tentu sangat mempengaruhi pembagian hasil yang ditetapkan untuk para nasabahnya. Jika pendapatan bank tersebut meningkat, bagi hasil pun dapat meningkat seiring dengan peningkatan pendapatan bank tersebut.

Sedangkan dalam bank konvensional, pedoman sistem bunga yang dianut harus berdasarkan pada pedoman yang menetapkan bahwa bank selalu mengalami keuntungan. Jumlah bunga yang dibayarkan tidak meningkat walaupun keuntungan yang diperoleh berlipat ganda pada saat keadaan ekonomi membaik karena jumlah besarnya bunga telah ditetapkan oleh bank tersebut tanpa dipengaruhi oleh pendapatan bank tersebut.

Selain itu, dalam bank syariah terdapat kesamaan ikatan emosional yang kuat yang didasarkan pada prinsip keadilan, kesamaan derajat, dan ketentraman antara pihak pemegang saham, pengelola bank serta nasabahnya. Sedangkan dalam bank konvensional, tidak ada ikatan emosional antara pihak pengelola bank, pemegang saham, dan juga nasabah.

Hanya itulah yang menjadi perbedaan dari keduanya. Namun tetap saja masih banyak orang yang belum benar-benar mengerti mengenai perbedaan kedua bank tersebut sehingga mereka bingung untuk memutuskan bank mana yang sebenarnya sesuai dengan keinginan mereka.

Produk Yang Ditawarkan Oleh Setiap Perbankan

Produk perbankan pada umumnya ialah berupa tabungan. Baik dalam perbankan konvensional maupun perbankan syariah tentu ada yang namanya tabungan. Namun, karena kedua perbankan tersebut menganut prinsip yang berbeda, maka ada beberapa produk yang berbeda pula yang ditawarkan oleh kedua bank tersebut.

Untuk produk yang ditawarkan bank konvensional ialah produk yang pada umumnya perbankan tawarkan, yaitu:

  • Tabungan

    Tabungan merupakan produk utama suatu bank. Tabungan yang ditawarkan oleh bank pun beragam, mulai dari tabungan pendidikan, hingga tabungan hari tua.

  • Deposito

    Deposito hampir sama halnya dengan tabungan. Hanya saja, deposito merupakan produk penyimpanan dana tetapi dengan jangka waktu tertentu. Maksudnya ialah, nasabah hanya dapat mengambil uangnya sesuai dengan lamanya deposito yang dipilih. Namun, biasanya penawaran bunga yang diberikan untuk deposito lebih besar bila dibandingakan dengan bunga untuk tabungan.

  • Giro

    Berbeda dengan tabungan dan deposito, giro merupakan produk perbankan untuk memindah bukukan dana dari rekening nasabah yang satu ke rekening nasabah yang lainnya. Fungsi dari giro itu sendiri ialah untuk mempermudah transaksi keuangan.

  • Cek

    Cek merupakan produk perbankan berupa surat perintah kepada bank untuk mencairkan dana sebesar yang tertera pada cek tersebut. Hal ini juga dapat mempermudah transaksi yang terjadi dalam bank.

  • Kredit

    Kredit merupakan suatu pinjaman dana kepada masyarakat yang membutuhkan. Produk perbankan berupa kredit ini banyak jenisnya seperti kredit modal kerja, kredit investasi, kredit perdagangan, dan kredit konsumtif.

  • Produk jasa lainnya

    Produk jasa lainnya yang disediakan oleh bank ialah seperti transfer uang, transfer RTGS, transfer kliring, dan sebagainya.

Sedangkan produk yang ditawarkan oleh perbankan syariah meliputi:

  • Al-Wadiah

    Al-Wadiah hampir sama pengertiannya dengan tabungan, yaitu nasabah menitipkan dananya di bank, lalu dapat mengambilnya sewaktu-waktu jika dibutuhkan. Hanya saja, jika dalam tabungan bak konvensional nasabah akan mendapatkan bunga, namun jika dalam Al-Wadiah (atau tabungan dalam perbankan syariah) ini nasabah tidak akan mendapat bunga melainkan mendapat bagi hasil dari bank tersebut.

  • Deposito Mudharabah

    Deposito Mudharabah sama halnya dengan deposito yang ada di perbankan konvensional. Yaitu sejenis tabungan yang hanya dapat diambil dalam jangka waktu tertentu. Namun, dalam deposito perbankan syariah ini terdapat akad mudharabah, sama halnya seperti Al-Wadiah. Yaitu nasabah akan mendapat keuntungan bukan berupa bunga, melainkan berupa bagi hasil dari pendapatan yang diperoleh oleh bank.

  • Ba’i Al-Murabahah

    Produk ini merupakan suatu pengajuan nasabah berupa pinjaman konsumsi kepada pihak bank. Jadi, perbankan membelikan barang yang diinginkan oleh nasabah, namun dijual kepada nasabah dengan harga yang lebih. Dan nasabah membayarnya dengan cicilan sesuai dengan kesepakatan.

  • Ar-Rahn

    Produk Ar-Rahn ini seperti praktik pada gadai. Jadi, nasabah menggadaikan suatu barang kepada bank untuk mengajukan suatu pinjaman.

  • Al-Qardh

    Inilah produk yang membedakan bank syariah. Produk ini diadakan untuk menolong nasabah yang sedang membutuhkan dana dan tanpa mengharapkan suatu imbalan ataupun bunga.

Jadi, setiap produk yang ditawarkan oleh masing-masing bank memiliki keuntungan tersendiri.

Kelebihan Dan Kekurangan Masing-Masing Perbankan

Baik bank konvensional ataupun bank syariah tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Kelebihan bank konvensional seperti:

  1. Sistem bunga yang ditawarkan telah dikenal masyarakat sejak lama.
  2. Produk yang diciptakan bank konvensional lebih kreatif.
  3. Pada umumnya nasabah telah terbiasa dengan sistem bunga dibandingkan dengan sistem bagi hasil.
  4. Memiliki fasilitas ATM yang telah tersebar luas diseluruh Indonesia.

Sedangkan kekurangan yang dimiliki bank konvensional ialah:

  1. Adanya praktik curang, seperti bank dalam bank dan transaksi fiktif.
  2. Praktik spekulasi yang terlalu ambisius dan tanpa perhitungan.
  3. Kredit sering bermasalah karena prosedur pemberian kredit yang kurang potensi dan terkadang hanya diberikan pada grup atau kalangan tertentu.

Tidak hanya bank konvensional yang memiliki kelebihan, bank syariah pun memiliki kelebihan tersendiri seperti:

  1. Adanya ikatan emosional antara pemegang saham, pemilik, dan nasabahnya.
  2. Adanya fasilitas pembiayaan yang tidak membebani nasabah sejak awal karena tidak diharuskan membayar biaya secara tetap.
  3. Adanya sistem bagi hasil yang membuat bank syariah menjadi lebih mandiri.
  4. Keuntungan yang didapat nasabah bisa meningkat apabila pendapatan yang diperoleh bank tersebut juga meningkat.

Sedangkan kekurangan yang dimiliki bank syariah yaitu:

  1. Bank syariah sangat rawan terhadap nasabah yang berniat tidak baik.
  2. Sistem bagi hasil memerlukan perhitungan yang sangat rumit.
  3. Dengan adanya sistem bagi hasil, maka bank syariah membutuhkan tenaga professional yang lebih handal dari bank konvensional.

Faktor Penentu Keputusan Konsumen Dalam Memilih Perbankan

Dalam memilih bank yang dipercaya tentu masyarakat tidak akan sembarang memilih karena hal tersebut akan berkaitan dengan dana mereka. Untuk itu terdapat beberapa faktor yang menjadi alasan masyarakat lebih memilih bank konvensional maupun bank syariah, yaitu:

  1. Persepsi tiap-tiap calon nasabah yang berbeda mengenai bank konvensional dan bank syariah.
  2. Biaya dan manfaat yang diberikan dari bank tersebut.
  3. Agama.
  4. Kesesuaian dengan kebutuhan masing-masing calon nasabah.
  5. Tingkat kemudahan persayaratan yang ditetapkan oleh bank tersebut.
  6. Gaya hidup tiap calon nasabah.
  7. Lokasi dan jumlah cabang-cabang dari bank tersebut.
  8. Reputasi atau image dari bank tersebut.

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

Setiap bank memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Produk yang ditawarkan oleh tiap bank tersebut sebenarnya sama, hanya berbeda pada prinsipnya. Jika bank konvensional menganut prinsip sistem bunga, sedangkan bank syariah menganut prinsip bagi hasil. Untuk itu, semua sebenarnya tergantung pada tingkat kebutuhan para calon nasabah, lebih membutuhkan produk yang ditawarkan oleh bank konvensional atau bank syariah. Karena keduanya sama-sama memberikan manfaat masing-masing.

SARAN

Sebaiknya para calon nasabah meninjau lagi sebenarnya kebutuhan mereka akan terpenuhi oleh bank konvensional atau bank syariah. Teliti lagi sebenarnya produk apa yang ingin diambil. Jika mengenai keuntungan, kedua bank tersebut baik bank konvensional maupun bank syariah tentu sama-sama memberikan keuntungan bagi nasabahnya. Jadi, tinggal para nasabah yang menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

DAFTAR PUSTAKA

Antonio, M. Syafi’I (2001), Bank Syariah dan Teori ke Praktek, Gema Insani Press, Jakarta.

Utomo, Budi. S. 2001. Makalah: Menuju Era Ekonomi Berkeadilan dan Bebas Bunga, Jakarta.

Harif Amali R, Niki L, Syafrizal, Syukri L, Fery A, Masrizal. 2011. Identifikasi faktor penentu keputusan konsumen dalam memilih jasa perbankan: Bank syariah vs bank konvensional. Laporan Penelitian. Universitas Andalas. Indonesia.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s